Referendum Menolak Opsi Lain
Ketulusan Politik Kaum Oposisi
Papua Barat merupakan wilayah yang kini masih dilanda konflik yang berkepanjangan, pencapaian solusi sebagai alternatif dari persoalan kursial meliputi hak penentuan nasib sendiri bangsa Papua Barat (self determination) tidak asing di dentumkan rakyat Papua Barat terhadap penguasa rezim Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). pelaksanaan menyangkut kebijakan penguasa tetap berada pada posisi pertahankan tentu alergi politik, rakyat Papua Barat bahkan tidak akan sabar dalam pemenuhan pencapaian masalah yang diproposalkan melalui tindakan-tindakan nyata di lapangan, dalam konteks ini persoalan yang berlarut-laraut tentu mendapat respon lain dari penggrebakan gerakan baik kaum oposisi maupun kaum kolaborator yang sama-sama menginginkan kesamaan dalam pemenuhan tuntutan.
Analisa dilapangan bagi pencapain kedua tuntutan menyerupai kapal tengker yang sedang berkumandang, tanpa berbelit-belit dan menunggu tuntutan anarkis lain, kaum kolaborator yang menginginkan opsi lain bagi Papua Barat (Dialog) merupakan agenda terselubung dalam penyelesaian bagi permasalahan di Papua Barat, niscaya jika dialog telah memenuhi persyaratan mutlak maka kaum oposisi akan kehilangan hak dalam nilai-nilai luhur yang telah di perjuangkan selama 47 Tahun ini. Rakyat Papua Barat sebagai pendukung kuat kaum oposisi akan menelan pil sekaliber penderitaan yang dialama bangsa Palestina, Indian maupun aborigin.
Sejak 47 Tahun di bawa bendera sang maha bintang, akan menjadi kain pembalut bagi kaum kolaborator, kini dalam posisi dilematis berjuang tanpa media alternatif cukup memberikan pandangan kritis bagi sepak terjang kaum kolaborator yang berjuang secara serampangan tak pedulih opsi yang di ajukan memenuhi persyaratan rakyat atau sekeder memancing kesadaran penguasa yang di anggap bijak dalam memenuhi kebutuhan rakyat, setelah pemenuhun tuntutan dialog di kabulkan penguasa yang notabenenya menghendaki wilayah Papua Barat dalam wilayah proktetorat (Otonomi) maka persoalan Papua Barat akan mendapat ketokan palu di meja dunia internasional (PBB), otomatis persolan Papua Barat mutlak final.
Tidak ada media laternatif lain yang hendak di paksahkan kaum yang berkepentingan di Papua Barat selain tuntutan REFERENDUM, maka Referendum mutlak merupakan jalan pencapain bagi penuntasan akar persoalan di Papua Barat menuju kesejahteraan dan kemndirian bangsa tanpa intervensi asing, komitmen dengan tekat yang bulat harus di perjuangkan dengan menolak pemikiran-pemikiran bobrok kaum kolaborator yang menghendaki persoalan Papua barat melalui meja dialog. (wendanak)..,


0 komentar:
Posting Komentar