Kabinet Tanpa Putra Daerah, Mahasiswa Ambon Tuntut Referendum
AMBON, KOMPAS.com — Jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono tidak mengumumkan secara resmi perubahan susunan kabinet untuk mengakomodasi putra-putri Maluku, mahasiswa Ambon akan mengumumkan secara resmi tuntutan untuk referendum.
Mahasiswa menilai, SBY dan Boediono tidak menghargai rakyat Maluku karena dalam kabinet Indonesia Bersatu II yang diumumkan Rabu (21/10) malam, tidak terdapat menteri yang berasal dari Maluku.
Dalam protesnya, Kamis pagi tadi, ratusan mahasiswa di Ambon memblokir jalan menuju Bandara Pattimura, Ambon, Maluku. Jalan praktis tidak bisa dilalui sejak pukul 04.30 WIT. Para mahasiswa memberi batas waktu kepada Presiden untuk mengubah susunan kabinet hingga pukul 08.00 WIT. www.kompas.com


0 komentar:
Posting Komentar