banner Pembangunan Papua Perhatian Pemerintah Pusat
TIMIKA (PAPOS) - Calon Wakil Presiden (Cawapres) RI terpilih periode 2009-2014, Boediono menegaskan pemerintahan ke depan memberi perhatian khusus bagi pembangunan di wilayah Provinsi Papua.
"Saya ingin melihat langsung kondisi obyektif yang ada di Papua terutama di wilayah Pegunungan Tengah dan daerah perbatasan agar menjadi perhatian dalam penyusunan rencana pembangunan ke depan," kata Boediono kepada wartawan saat transit di Bandara Mozes Kilangin Timika, Senin.
Boediono mengaku belum pernah berkunjung ke Papua terutama ke daerah pedalaman yang selama ini diinformasikan cukup sulit dijangkau, terutama melalui sarana transportasi darat.
Menurut Boediono, untuk mempercepat pembangunan di wilayah pedalaman Papua maka harus dibangun infrastruktur jalan yang menghubungkan satu daerah dengan daerah yang lain.
Di samping pembangunan infrastruktur jalan, katanya, Pemerintah Pusat akan mendorong Pemprov dan Pemkab/Pemkot di Papua untuk memperhatikan secara khusus pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan.
Mantan Gubernur Bank Indonesia itu rencananya akan menggelar pertemuan dengan sembilan bupati di wilayah Pegunungan Tengah Papua beserta Gubernur Papua Barnabas Suebu di Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, Selasa (29/9) dan Rabu (30/).
Selanjutnya, Boediono dan rombongan akan bertolak menuju Tanah Merah Kabupaten Bouven Digoel untuk meresmikan Pelabuhan Sue.
Sebelum kembali ke Jakarta, Kamis (1/10), Boediono dan rombongan akan singgah di Merauke dan Timika.
Berkaitan dengan masih sulitnya akses transportasi darat ke wilayah pegunungan Papua, Bupati Puncak Jaya Lukas Enembe berharap Pemerintah Pusat membantu membuka akses jalan dari Yuguru ke Abema yang rutenya lebih pendek dibanding dari Jayapura ke Wamena.
Rute Yuguru yang berada di perbatasan Kabupaten Mimika dan Asmat menuju Abema Kabupaten Jayawijaya hanya berjarak sekitar 140-an kilometer.
Sedangkan rute Jayapura-Wamena berjarak sekitar 500-an kilometer. Ruas jalan Jayapura-Wamena yang dibangun sejak era 1980-an sampai saat ini belum tersambung karena medan yang berat dan bergunung-gunung.
Menurut Lukas Enembe, lambatnya pembangunan di wilayah pegunungan Papua salah satunya terhambat karena minimnya sarana transportasi.
Semua kebutuhan pokok masyarakat di wilayah Pegunungan Tengah Papua seperti beras, bahan bakar dan bahan bangunan didatangkan dari Jayapura dengan pesawat terbang.
"Kami berharap duet SBY-Boediono memberi perhatian khusus bagi pembangunan masyarakat di Pegunungan Tengah Papua agar bisa sejahtera seperti saudara-saudara di daerah lain," kata Lukas yang juga menjabat Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua. (ant)
| Ditulis oleh Ant/Papos |
| Selasa, 29 September 2009 00:00 |


0 komentar:
Posting Komentar