Peluncuran Buku Versi Inggris
UBI---Internasional Parlement West Papua (IPWP) akan menggelar peluncuran buku “Perjalanan Sejarah Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969 di Papua Barat”. Buku tersebut berbahasa Inggris.
Seby Sabom, aktivis IPWP sekaligus tersangka kasus makar di Papua kepada JUBI dalam kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Abepura, Jumat (2/10) mengatakan, peluncuran buku itu diperolehnya dari sebuah situs diinternet. Menindaklanjuti rencana tersebut, pihaknya telah membentuk sebuah kepanitian dalam negeri beberapa waktu lalu. Dikoordinir oleh Buchtar Tabuni, tersangka lain kasus makar di Papua. Kepanitiaan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat Papua agar terlibat langsung dalam kegiatan peluncuran nanti. ”Kami sudah buat selebaran dan minta rekan-rekan untuk menyebarkannya.”
Dalam selebaran tersebut, pihaknya meminta agar seluruh komponen Bangsa Papua Barat dari Sorong hingga Samarai dapat turut mengambil bagian dalam peluncuran buku dengan mendaftar ke IPWP di Uni Eropa. Untuk mensukseskan peluncuran buku Pepera 1969, Panitia Umum Internasional juga telah membuat film tentang perjalanan pembuatan buku selama empat tahun mengelilingi dunia.
Dia mengungkapkan, ada lima point penting yang dimuat dalam selebaran himbauan. Pertama, kabar gembira tentang peluncuran buku dan pendaftaran IPWP di Parlemen Uni Eropa. Kedua, memuat tentang perlunya koordinasi dengan Panitia Umum Internasional di Kota London, Inggris atau kepada Koordinator Umum Dalam Negeri Papua Barat. Ketiga, permintaan agar seluruh komponen rakyat Papua Barat mengambil bagian dalam doa masal pada hari peluncuran buku dan terakhir, selebaran tersebut memuat juga tentang kedok-kedok yang disembunyikan oleh Belanda, Amerika Serikat dan Indonesia selama 47 tahun lamanya kepada warga Papua.
Dia mengungkapkan, ada lima point penting yang dimuat dalam selebaran himbauan. Pertama, kabar gembira tentang peluncuran buku dan pendaftaran IPWP di Parlemen Uni Eropa. Kedua, memuat tentang perlunya koordinasi dengan Panitia Umum Internasional di Kota London, Inggris atau kepada Koordinator Umum Dalam Negeri Papua Barat. Ketiga, permintaan agar seluruh komponen rakyat Papua Barat mengambil bagian dalam doa masal pada hari peluncuran buku dan terakhir, selebaran tersebut memuat juga tentang kedok-kedok yang disembunyikan oleh Belanda, Amerika Serikat dan Indonesia selama 47 tahun lamanya kepada warga Papua.
Ia juga menghimbau agar pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tidak memprovokasi dan tidak membatasi Rakyat Papua dalam mensukseskan agenda ini. “Sebaliknya kepada masyarakat pribumi agar tidak terprovokasi oleh isu-isu dan tindakan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk sengaja menggagalkan agenda yang mulia ini, seperti pengalaman pada peluncuran IPWP di London beberapa waktu lalu,” pungkasnya. (Musa Abubar)


0 komentar:
Posting Komentar